Rabu, 31 Maret 2010

Astaghfirullah! Bocah Merokok dan Bicara Cabul Muncul di You Tube

Wow!!!!Sebuah video muncul di Youtube dan meramaikan forum internet dalam Negeri. Isinya soal bocah 4 tahun yang gemar merokok, bicara cabul bahkan memperagakan adegan hubungan badan. Duh!Edan tenan nie "hehehe"

Video ini bertajuk 'Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!' dan tayang di Youtube sejak Minggu (28/3/2010). Saat detikcom melihat video ini, Rabu (31/3/2010), tampak anak kecil berbaju kuning, sebut saja namanya SW.

Sebatang rokok terselip di jari tangan kanan si bocah. Dalam bahasa Jawa Suroboyoan, anak ini pun ditanyai sejumlah orang dewasa.

"SW gede dadi..? (SW besar jadi..?)" tanya mereka.
"Maliing!" sahut SW.

"Duite digawe...? (Uangnya dipakai untuk..?)" tanya mereka lagi.
"Mba... (Melacur)," cetus bocah itu.

"Nang endi? (di mana?)" kata mereka
"Ndek Dolly (Di Dolly, lokalisasi di Surabaya)," jawab SW lantang.

SW lalu menghisap rokok dan mengepulkanya. Perbuatan ini dia lakukan berkali-kali. Bahkan SW bisa membuat asap berbentuk lingkaran dari mulutnya.

"Ayo bikin yang bentuk kotak!" kata para penanya sambil tertawa.

SW kemudian ditanya sejumlah kata-kata cabul. Tanpa malu-malu, dia menyebutkan berbagai istilah alat kelamin perempuan dan laki-laki. Bahkan saat disuruh memperagakan adegan seksual, bocah ini pun menggerakkan pantatnya maju mundur.

Belum jelas, di mana video ini direkam. Yang jelas, di latar belakang tampak tumpukan karung beras atau terigu dan kardus rokok. Video direkam dengan ponsel. Bocah merokok dan bicara cabul ini juga meramaikan Detik Forum sejak 25 Maret 2010.

SW Mulai Merokok Sejak Berusia 1,5 tahun

Keluarganya mengakui si bocah mulai merokok sejak masih berusia 1,5 tahun. SW tinggal di Jl Nusakambangan No 19 C, Malang.

SW adalah 4 bersaudara anak dari pasangan Mulud (50) dan Mujiati (45). SW adalah anak bungsu. Meskipun baru 4 tahun, SW selalu bermain dengan orang dewasa. Saat detikcom berkunjung, SW pun sedang diajak orang mengirimkan barang-barang elektronik.

Perilaku SW yang suka merokok ini dibenarkan oleh sang ayah, Mulud. Menurut Mulud, SW mulai merokok sejak usia 1,5 tahun. Saat itu, SW sedang berkumpul dengan keluarga di rumahnya Jalan Klayatan, Kota Malang.

SW tiba-tiba muncul dengan rokok yang sudah menyala di tangannya. Rokok itu lalu dihisapnya.

"Saya nggak tahu siapa yang menyulutkan rokoknya. Mungkin rokok kakeknya yang ditaruh sembarangan," kata Mulud kepada detikcom.

Menurut pengakuan Mulud, SW sempat dilarang tapi malah tidak menghiraukan. "Anaknya tidak batuk atau tersedak," kata pria yang sehari-hari menjadi kuli bangunan ini.

Video yang memperlihatkan SW sedang merokok dan berbicara kotor muncul di Youtube dengan judul 'Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!'. Di dalam video berdurasi 3.29 detik itu, SW tampak memjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya.

SW tampak sangat terbiasa merokok. Buktinya, balita itu bisa mengeluarkan asap rokok dengan bentuk menyerupai cincin. SW juga sangat lugas menyebut alat kelamin perempuan dan laki-laki, bahkan memperagakan adegan seksual. Sementara sejumlah orang dewasa di sekitarnya tertawa terbahak-bahak.


Kak Seto: SW Alami 3 Kekerasan Sekaligus
Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami tiga kekerasan sekaligus.

"Sudah secara psikologis diajari sesuatu yang tidak sesuai umur, dia juga diajari sesuatu yang membahayakan kesehatannya yaitu merokok," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini saat berbincang dengan detikcom, Rabu (31/3/2010).

Yang lebih parah, SW juga mengalami kekerasan yang disebut eksploitasi anak. Dengan tingkah polah SW yang tidak biasa itu, orang-orang jadi ingin melihat.

"Lalu terjadilah eksploitasi. Ini memprihatinkan," kata Kak Seto.

Lalu siapa yang salah? Kak Seto mengaku tidak ingin menyalahkan orang tua sepenuhnya. Menurutnya, kondisi lingkungan tempat SW tinggal juga sangat berpengaruh.

"Menyalahkan orang tua sepenuhnya tentu juga tidak bisa. Kita harus lihat apakah lingkungannya juga membiarkan atau tidak," kata Kak Seto.
Seto Mulyadi akan berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur untuk segera menangani anak yang belum genap 4 tahun itu.

"Kita akan berkoordinasi supaya mereka menangani masalah ini segera," kata Seto Mulyadi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (31/3/2010).

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu mengatakan, SW sebaiknya diperiksa baik secara psikis dan fisik. SW harus ditangani oleh psikolog anak untuk memperbaiki tingkah lakunya.

"Selain itu, sebaiknya juga dibawa ke dokter untuk diperiksa kesehatannya. Dia juga harus menjalani sejumlah terapi ya," kata Kak Seto.

Kak Seto juga berharap, SW dapat segera pulih dan menjadi anak-anak yang sesuai usianya. "Kita harapkan ini bisa diatasi segera. Mohon semua pihak ikut membantu," katanya.
sumber : detik

Tidak ada komentar:

 
 

© Heru Cahyono Copyright by "Gerakan Pelajar Kreatif"

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks