Kamis, 15 April 2010

IPM Jateng Siap Menghadapi Tantangan Perkembangan Jaman

Sambutan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah oleh Deni WK selaku Ketua Umum PP IPM. Dalam sambutan ini, Deni mengharapkan kepada Kader-kader IPM Jateng untuk siap menghadapi tantangan-tantangan global yang ada di depan. Serta siap untuk memberikan perubahan IPM Jateng yang lebih baik.


Heru Cahyono, Sekretaris Umum PD IPM Klaten, Mahasiswa Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten.
0 komentar

Rabu, 14 April 2010

Harapan: Pelajar Kader Untuk Muhammadiyah

Sambutan dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah Oleh IPMawan Muhammad Dwi Fakhrudin Ketua Umum PW IPM Jateng.



Heru Cahyono, Sekretaris Umum PD IPM Klaten.
0 komentar

108 Pelajar Adu Cerdas Cermat Fisika

SAMARINDA – Sebanyak 108 orang pelajar SMP dan SMA se-Kaltim beradu dalam Ajang Cerdas Cermat Fisika yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika (Himapfis) FKIP Unmul, Senin (12/3) di GOR 27 September Unmul. Mereka dikelompokkan dalam 36 tim, terdiri dari 18 tim SMP dan 18 tim SMA.

Peserta kali ini berasal dari sejumlah pelajar dari Samarinda, Sendawar, Kotabangun, Anggana, Tenggarong, Tarakan dan Bontang. Pada babak penyisihan kemarin, peserta harus melewati tiga sesi, yakni soal wajib jawab, animasi dan babak rebutan. Ketua Panitia Cerdas Cermat Fisika, Akhmad Fauzi mengatakan kegiatan ini diadakan untuk mengenal fisika lebih mendalam sekaligus sebagai ajang silaturrahim. "Seperti diketahui, selama ini fisika dianggap momok bagi sebagian besar pelajar. Padahal itu tidak benar, fisika sangatlah mudah. Semua bisa dipelajari," kata Fauzi.

Kabar gembira juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Kaltim, Suparman "Kami akan memberikan reward kepada para pemenang 1 hingga 3 dalam ajang cerdas cermat fisika," ucapnya usai menghadiri pembukaan Cerdas Cermat Fisika kemarin. Namun, ia belum bisa memastikan besaran uang yang diterima para pemenang karena masih menyesuaikan dengan alokasi dana yang ada. Kalau tahun lalu, tambahnya, juara 1 mendapatkan Rp 1,5 juta. "Tahun ini, kemungkinan nilai reward  sama seperti tahun lalu," tuturnya.

Ia mengemukakan tahun ini Dinas Pendidikan Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar untuk para pelajar Kaltim yang berprestasi dalam ajang lomba akademis, seni maupun olahraga, baik tingkat provinsi, nasional maupum internasional. "Penghargaan ini diberikan kepada seluruh pelajar Kaltim yang sukses mengukir prestasi dan mengharumkan nama Kaltim," tuturnya. "Kami juga memberikan beasiswa kepada 7.500 orang mahasiswa berprestasi namun kurang mampu. Mahasiswa mendapatkan alokasi dana khusus dari Biro Sosial," kata Suparman. Ajang Cerdas Cermat Fisika ini menjadi rangkaian kegiatan Pekan Fisika XI. Selain itu, panitia juga akan menggelar Olimpiade Fisika, Mading Sains 3 Dimensi dan Lomba Desain Blog Fisika dalam sepekan ini. Sumber berita: http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/54385

Heru Cahyono, Mahasiswa Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten, Sekretaris Umum PD IPM Klaten
0 komentar

Pelajar Sebagai Kader Umat, Bangsa, dan Persyarikatan

Dokumen Foto KONPIDA IPM Jateng di STIKES Muhammadiyah Kudus



Sambutan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Saat Pembukaan Konferensi Pimpinan Daerah Se-Jawa Tengah.



Heru Cahyono, Sekretaris Umum PD IPM Klaten, Mahasiswa Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten
0 komentar

Kebahagiaan Yang Hakiki

Perhatikan bagaimana al Quran membimbing kita melihat masalah, seperti yang disebutkan dalam surat al Baqarah ayat 216, 'Boleh jadi engkau membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui (Q/2:216).

Renungkan pula bagaimana proses yang mengantar kita pada kebahagiaan, ternyata di sana ada pengorbanan. Pesta perkawinan yang sangat membahagiakan ternyata harus didukung oleh pengorbanan banyak hewan yang harus disembelih. Kemerdekaan suatu bangsa juga harus didukung oleh pengorbanan sebagian dari warganya, yakni dengan gugurnya para pahlawan di medan perang. Disadari atau tidak, sebenarnya setiap pribadi harus bersedia berkorban demi kebahagiaan bersama.

Pengorbanan, sifat mengalah harus selalu ada pada diri kita demi mewujudnya kebahagiaan yang hakiki. Suatu bahaya yang mencekam ternyata melahirkan kebahagiaan berupa munculnya orang-orang pemberani yang berhasil mengusir bahaya itu. Pengalaman menderita sakit parah ternyata bisa mendatangkan rasa kebahagiaan, yakni ketika merasakan betapa nikmatnya kesehatan. Jika penderitaan itu terjadi karena kesalahan maka itu adalah tanggungjawab kita sebagai pilihan hidup kita tetapi bila tidak bersalah itulah yang disebut dengan pengorbanan, maka pengorbanan kita akan dibalas oleh Allah dengan ketinggian derajat di akhirat (Q/2:155-157) .

Menurut al Quran, Allah memberikan potensi kepada kita untuk mampu memikul kesedihan dan melupakannya. Dalam surat at Taghabun disebutkan 'Tidak satupun petaka yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Q/64:11).

Allah Maha Sempurna, sementara nalar kita tidak sempurna. Adakalanya kehidupan dapat dipahami oleh nalar kita dan seringkali tidak. Kita pernah diributkan oleh lirik lagu yang mengatakan bahwa takdir itu kejam, padahal takdir Allah selalu baik untuk hamba-hambaNya. Persoalan kehidupan memang bukan semata-mata problem nalar, tetapi problem juga rasa, sebagai akibat dari keinginan kita untuk selalu mendapatkan yang terbaik untuk dirinya, keluarga kita atau diri kita saja hingga melupakan yang lain. Jika problemnya demikian maka yang mampu menanggulanginya adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berperan besar dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki, dunia dan akherat.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).
 
Heru Cahyono, Mahasiswa Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten, Sekretaris Umum PD IPM Klaten
1 komentar

Kamis, 08 April 2010

UN (Cuma Catatan Sederhana Buat Orang Penting)

UN setingkat SMP telah berlalu. Terlepas dari kontroversi perlu tidaknya UN……. UN tahun ini Menyisakan berbagai macam “masalah” dan”catatan”. Masalah?? Ya, di beberapa daerah masih terjadi sejumlah Kecurangan… mulai dari penyebaran kunci jawaban via SMS…. Hingga bebasnya di suatu sekolah para siswa melakukan kecurangan dengan saling bertukar jawaban tanpa mendapat peringatan dari pengawas. BSNP (Badan Standard Nasional Pendidikan) melaporkan ada 1.023 laporan via SMS tentang kebocoran. Yang akan saya “UNGKAP”di sini (waaaahhh kayak penyelidik neecchhh guwe….. hahahaha) adalah CATATAN yang terkait dengan SOAL UN yang menjadi tanggung jawab saya disekolah….Bahasa Inggris… Inilah catatan tersebut…
1. Soal UN tahun 2009/2010 di Jogja terdiri dari dua buah paket….paket Ginjal …eeeehhhh…..Ganjil (A) dengan kode 15 dan Paket Genap (B) dengan kode 48…dimana kedua jenis soal tersebut BERBEDA SAMA SEKALI. Ini sangat berbeda dengan soal UN tahun lalu, dimana soal paket A dan B hanya dibalik letak nomernya. Terus, catatannya mana?? Hehehe.
Salah satu bentuk soal bahasa Inggris dalam UN adalah mengenai “tokoh”. Paket B berisi soal tentang tokoh SITI NURHALIZA diikuti oleh 4 soal. Andai saya Tanya pada Kompasianer,siapa Siti Nurhaliza …. Saya yakin 100%…. semua tahu. Bahkan, siswa saya di Gunung pun tahu kalo beliau adalah seorang PENYANYI TERKENAL DARI NEGERI TETANGGA yang juga sangat terkenal di Indonesia. Jadi, sebelum ngerjain soal…siswa SUDAH MEMILIKI GAMBARAN TENTANG TOKOH yang dimaksud. Ini jelas mempermudah siswa. Bagaimana tokoh Paket A?? Saya Tanya tanpa bermaksud merendahkan popularitasnya, anda kenal ASEP SUNANDAR SUNARYA?? Saya yakin palingan Cuma 30% Kompasianer yang tahu kalo beliau adalah seorang Tokoh Wayang Golek di Jawa Barat. Siswa dikota besar lain pun paling setali tiga uang . Lalu, Bagaimana dengan siswa saya yang nun di puncak gunung?? Denger namanya saja baru sekali…. Dan, sebelum mengerjakan, mereka sama sekali TIDAK MEMILIKI GAMBARAN TENTANG TOKOH yang dimaksud. Ini tentunya sangat mempersulit siswa dalam mengerjakan .
Lalu saya ingat soal UN 2 tahunan lalu. Ada sebuah teks ‘PROCEDURE” tentang cara membuat TIKKA KEBAB. Sekitar 20 orang saya Tanya menjawab TIDAK TAHU apa itu Tikka Kebab. Ngapain toh Resep India saja dimasukin dalam soal…. Apa resep masakan Indonesia sudah kalah enak dan popular meski lebih MEMBUMI? Padahal salah satu aspek kebahasaan yang sekarang digembar-gemborkan adalah LEBIH BANYAK MENGEDEPANKAN MUATAN LOKAL……
Bagaimana dengan Lontong? Nasi Goreng? Pecel? Apakah masalah seperti ini ‘NYANGKUT” dalam benak si pembuat soal yang “MAHA PINTAR” ??
2. Bacaan dan Soal yang terdapat pada paket B (kode 48) n0 46, 47 dan 48, SAMA PERSIS dengan soal UN bahasa Inggris Tahun lalu. Ini merupakan “BERKAH” bagi siswa yang mengerjakan paket Genap (B). Bagaimana dengan siswa yang mengerjakan Paket Ganjil (A)??? Gigit jari……………
Lalu, saya bertanya….. apakah Tim pembuat soal yang berada di bawah BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) masih MENGGUNAKAN HATI NURANI dalam membuat soal dengan mempertimbangkan banyak hal terkait??
Pertanyaan berikut, apakah dengan banyaknya kontroversi, masalah dan catatan, masihkah UN diperlukan? UN adalah AJANG PEMBUNUHAN KARAKTER dan POTENSI anak didik. Kita ingat, NOBODY’S PERFECT….. Apakah anak didik kita HARUS SEMPURNA dan dianggap SEMPURNA dengan menguasai semua mata pelajaran UN ?? Semoga bapak Menteri yang “BIJAK”, pembuat soal yang “MAHA PINTAR” serta orang BSNP “YANG LEBIH HAPAL KERTAS DARIPADA LAPANGAN” terbuka hatinya………….

Sumber: Bain Saptaman, Seorang Guru SMP di pedalaman Gunung Kidul Yogyakarta

Heru Cahyono Poenya Karya!!!
1 komentar

Tangisan, Impian, Harapan dari Pinggir Jalan Kota Budaya

Siang ini matahari cukup menyengat badanku, tak terasa lampu merahpun berubah warna menjadi hijau,
dan itu tandanya sudah bisa jalan, motor dan mobil saling mendahului satu dengan yang lain, di sela-sela lampu merah tadi, aku melihat ada beberapa, anak jalanan yang menjual suaranya demi sesuap nasi, ada rasa kasian dan kesel, kemana ibu bapak mereka? atau sanak saudara mereka? apa mereka ga punya sanak saudara? entahlah,,, aku hanya bergumam dalam hati saja… demi menghidupi dirinya sendiri mereka rela tinggalkan bangku sekolah atau mereka ga bisa sekolah? karena mahalnya pendidikan sekolah saat ini.
 
Teringat dengan cerita teman saya yang pernah berbincang dengan salah satu dari mereka. Begini ceritanya:
Sebut saja nama yang diajak ngobrol temen saya ini Bella.
Teman Saya : bella udah lama hidup di jalanan?
Bella : udah lama, lebih dari 2 tahun
Teman Saya : masih punya orang tua?
Bella : sudah meninggal (air mata’y keluar)
Teman Saya: ayah atau ibu yang sudah meninggal?
Bella : ayah, sama ibu, (jawabnya lagi sambil terisak)
Teman Saya : terus sekarang bella tinggal sama siapa?
Bella : sama ibu tiri
Teman Saya : ibu tirinya galak ga?
Bella : galak bgt, malah suka pukulin Bella, tegasnya lagi !
Teman Saya : terus bella terima di pukulin terus sama ibu tiri??
Bella : bella ga pulang za… (jawabnya polos)
Teman Saya : nah kl bella ga pulang, bella tidur dmn??
Bella : di taman kota,,
Teman Saya : bella ingin sekolah lagi ga?
Bella : pengen bgt (dengan suara lantang)
Teman Saya: bella punya impian?
Bella : suara bella kan bagus, bella ingin jadi artis (dia menjelaskan)
 
Di sela- sela cerita dari teman saya ini, tanpa perintah air mata ku keluar, astagfirullah anak sekecil ini, mencari uang di jalanan, dengan segala resiko di depannya,sedangkan aku?  hanya sebatas kasian saja, tak berbuat apa-apa… apa yang dapat kulakukan? (gumamku dalam hati).
 
Masih banyak bella bella yang lain yang ada di hadapan kita, pemerintah kemana?  para pejabat duduk di mobil yang super mewah, dengan ac di dalamnya… sedangkan mereka hanya bisa mengetuk pintu mobil mewah itu? dengan panas matahari membakar kulit mereka, kulit yang gelap itu menjadi saksi betapa keras hidup di jalanan  pendidikan yang super mahal, hanya bisa membuat banyak bella bella yang lain, pendidikan hanya bisa membuat Tikus Kantor? mana pendidikan yang di berikan di bangku sekolah? semua’y nihil, hanya para “Tikus Kantor” yang banyak di ciptakan Negeri ini… ya hanya para ” Tikus Kantor”
 
Heru Cahyono.
0 komentar

Menjadi Orang Baik

Seorang pengais sampah, yang sedang berjalan-jalan di tempat orang berjualan parfum, tiba-tiba terjatuh seakan-akan mati. Orang-orang berusaha membangunkannya kembali dengan bau-bauan wangi, namun keadaannya malah semakin parah.

Akhirnya ada temannya pengorek sampah datang. ia mengetahui keadaan itu. Ia mendekatkan sesuatu yang berbau busuk di hidung orang itu, yang segera saja segar kembali, teriaknya, 'Ehm..harum!'

Orang yang terbiasa ditempat sampah akan beranggapan bahwa bau sampah adalah harum. Kebiasaan berada ditempat sampah dengan bau busuk inilah yang membentuk pola pikirnya bahwa dunia ini menjadi indah dengan dikelilingi oleh sampah. Dimanapun dirinya berada yang terlihat hanyalah sampah dan bau busuk itu dianggapnya sebagai mengharumkan.

Demikian juga untuk menjadi orang baik. Menjadi orang baik itu tidak susah, hanya membiasakan diri untuk berbuat baik. Pembiasaan untuk berucap kata-kata yang baik dan berperilaku baik berarti menjadikan diri kita menjadi orang baik. Bila kebiasaan baik ini telah menjadi karakter dimanapun kita berada maka yang muncul adalah kata-kata yang baik dan perilaku yang baik serta mengagumkan.

---
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah, Abu Abdurrahman Mu’adz bin Jabal dari Rasulullah beliau bersabda ' Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada, dan berbuatlah baik sebagai ganti jika sebelumnya berbuat tercela sehingga kebaikan itu menghapus kejelekan sebelumnya, dan bertemanlah dengan orang akhlak yang baik.' (HR. Tirmidzi).
 
Heru Cahyono. Ingin Meraih Sukses!!!Apaun itu yang ada di depanku, itu adalah inspirasiku.
0 komentar

Selasa, 06 April 2010

Air Mata Yang Menetes

Saat musim berubah, tiba saatnya daun-daun berguguran. Angin berhembus dingin terasa menyengat. Kelahiran dan kematian datang silih berganti bagai roda yang selalu berputar. Kelahiran selalu disambut dengan riang gembira pertanda datangnya kehidupan yang baru pada satu generasi. Namun ketika kematian tiba, derai air mata mengalir tiada henti, isak tangis terasa memilukan hati itulah saatnya tiba daun-daun berguguran.

Ketika saya berkunjung ke rumah sakit, salah satu kerabat sedang dirawat. Ditengah asyik sedang membezuk, dikamar sebelahnya nampak dua gadis cantik berjilbab putih sedang khusyuk membaca al-qur’an. Lelaki tua terbaring lemah dengan tangan diinfus. Seorang ibu tidur di bawah lantai terbangun mengusap matanya.

Tak berapa lama terdengar isak tangis, kedua gadis itu memeluk sang ayah sambil mengucapkan, 'ayah, ucapkan La ilaha illallah, Muhammad rasulullah, ucapkan ayah..' kata gadis satunya lagi. Sang ayah mengikutinya, 'La ilaha illallah, Muhammad rasulullah,' dengan nada terbata-bata. Suara jerit tangis terdengar menggema, lelaki tua yang dipanggil kedua gadis itu dengan sebutan ayah akhirnya tiada. tangis isak terdengar. Rasa haru menyelimuti didalam dada saya.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat tanpa terasa air mata saya menetes. Anak-anak perempuan yang sholehah menjaga ayah menjelang detik-detik perpisahan mengantarkan dengan kalimah tauhid. Sungguh beruntung beliau sebagai ayah yang telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sholehah. Menjaga dan merawat ayahnya hingga diakhir hayatnya. Air mata yang menetespun terasa menjadi indah. Subhanallah..

---
'Ya Allah, ampunilah dosaku dan kedua orang tua ku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu aku kecil,'
 
Heru Cahyono, Putra Ke Dua dari tiga bersaudara. Yang sekarang menjadi Mahasiswa di Akademi Akuntansi Muhamamdiyah Klaten, dan Bekerja di Halilintar.Net sebagai Operator dan di CV. Gemilang sebagai Manager Marketing
0 komentar

Senin, 05 April 2010

Award Pertama Q Terima

Terimakasih saya Ucapkan kepada teman saya Blogger Odhi yang telah memberikan Blog Saya Award. Ini sebuah penghargaan bagi saya atas pertemanan saya dengan mas Odhi di area blogger....

Semoga dengan adanya Award ini, bisa menambah semangad saya untuk menciptakan tulisan-tulisan yang bermutu dan bermakna serta bermanfaat buat semua orang yang membaca blog saya ini.

Ini Dia Awardnya.....

Egm...Alhamdulillah sekali...Awardnya keren....saya suka....makasih ya kawan. Saya sangat senang dengan penghargaan ini. Semoga temen2 yang lain juga memberikan award kepada saya lagie..hehehe....:-D

Salam Sukses dari Heru Cahyono!! LUAR BIASA
2 komentar

Kemuliaan Orang Miskin

Sewaktu saya masih kecil, baru duduk di kelas 1 SMP Bapak saya begitu sangat menghormati penjual sayur yang secara materi tidak punya, saya pernah bertanya padanya kenapa bapak sangat menghormatinya.

Bapak saya mengatakan, 'Apakah dia masih sholat?'

'Masih pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar kabar dia mengambil milik orang lain?' tanya bapak.

'Tidak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar dia mengeluh karena kemiskinannya?' tanyanya lagi.

'Tidak pernah pak.' jawab saya.

Bapak saya kemudian menjelaskan, jika ada orang miskin yang tidak pernah meninggalkan sholatnya, tidak pernah mengambil hak orang lain dan tidak pernah mengeluh kepada orang lain karena kemiskinannya maka kita wajib menghormatinya, sebab dari merekalah kita bisa belajar tentang kecukupan dan syukur nikmat atas semua karuniaNya. Itulah kemuliaan orang miskin.

---
'Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Allah kumpulkan baginya urusan dunia dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.' (HR Ibnu Majah).

Heru Cahyono, Sekretaris Umum PD IPM Klaten 2009-2011, Mahasiswa Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten, Manager Marketing CV. Gemilang
2 komentar
 
 

© Heru Cahyono Copyright by "Gerakan Pelajar Kreatif"

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks